Selasa, 11 Mei 2010

resensi novel

RESENSI NOVEL

Judul:
YOU CAN’T HIDE
Cinta telah begitu membuainya,menghantarkannya pada dendam abadi..
Terbitan Asli dari Warner Books,New York
Kategori:
Fiction-Romantic Suspense
Pengarang :
KAREN ROSE
Penerbit:
DASTAN Books
Tebal Hal:
596 hal; 12,5x19 cm
Cetakan Pertama,Januari 2009
Penerjemah:
Maria Asri Prahesti Sibuea
Penyunting:
Sylfentri


Tokoh dan perwatakan :
Tess Ciccotelli,seorang dokter yang mempunyai tugas yang berat dalam menentukan para penjahat mana yang terkena gangguan jiwa yang akhirnya tidak dapat di tuntut,walaupun penjahat tersebut sekeji apapun Tess harus jujur terhadap hakim,akibatnya banyak keluarga korban yang membencinya.Karakternya tenang,sensitif tetapi menyembunyikan perasaannya,tegar dan pekerja keras.
Aidan Reagan,seorang detektif yang selalu percaya dengan instingnya,mudah bekerja sama,menyayangi keluarganya,protektif terhadap adik perempuannya dan kekasihnya,tertutup pada masalah pribadi,mudah tersentuh dan pekerja keras.
Todd Murphy,seorang detektif yang percaya dengan rekannya,mudah diajak bekerja sama,penasaran,seorang teman yang bisa di andalkan.
Vito Ciccotelli,seorang polisi yang sangat mencintai keluarganya,protektif terhadap adiknya Tess,kritis dan emosional.
Amy Miller,seorang pengacara yang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya,merasa tersaingi oleh sahabatnya Tess,pencemburu,iri dan bermuka dua.
Kristen Reagan,seorang jaksa wilayah yang peduli akan nasib Tess,kakak ipar Aidan Reagan yang emosional tapi tenang dan mencintai anak serta suaminya dan setia.
Abe Reagan,seorang detektif mencintai keluarganya,anakn serta istrinya,peduli akan keselamatan semua orang,tidak pandang bulu.
Denise Masterson,sekretaris Tess yang iri terhadap keberhasilan Tess,sangat mencintai uang serta dirinya sendirinya,tidak peduli dengan siapapun.
Joanna Carmichael,seorang wartawan majalah yang merasa tersingkirkan oleh saingannya,seorang yang ambisius sampai menghalalkan segala cara apapun untuk mencapai tujuannya.

SINOPSIS
Kehidupan Tess Ciccotelli,seorang psikiater cantik dan kaya,dijungkirbalikkan hanya dalam waktu sehari.Pasien-pasiennya mengakhiri hidup mereka dengan “bunuh diri”.Kasus pertama,seorang pasien bernama Cynthia Adams yang meloncat dari lantai 22 hingga tubuhnya terkoyak dikarenakan merasa di terror oleh roh sang adik yang telah meninggal karena kesalahannya.Beberapa hari berselang,pasien-pasien Tess berikutnya secara beruntun melakukan bunuh diri dengan menembak kepala mereka,dimulai dengan kasus yang kedua bernama Avery Winslow bunuh diri pada saat ulang tahun anaknya dengan menembakkan pistol kearah mulutnya yang dikarenakan rasa bersalahnya atas meninggalnya putra pertamanya yang masih bayi tewas hangus dan otaknya keluar karena terkunci di dalam mobil pada saat temperatur suhu mencapai 110 derajat.Ketiga Malcolm Seward membunuh istrinya karena rahasianya selama ini terbongkar bahwa Malcolm seorang atlet futbol adalah seorang homoseksual.Malcolm marah karena diketehaui sang dokterlah yaitu Tess Ciccotelli yang memberitahu istrinya Gwen.Lalu Malcolm membunuh istrinya dengan pistol selanjutnya Malcolm bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya.Keempat Dr Horrison Ernts teman sang dokter juga terkena akibatnya.Ia tewas karena dipukuli oleh pasien-pasien Tess yang merasa terancam rahasianya terbongkar,pasien tersebut ingin mencuri berkas-berkas Tess di kantornya,namun karena Dr Horrison menghalangi maka ia dipukuli sampai paru-parunya bocor.Kelima dan seterusnya ada Mr hughes,Mrs merge,Mr hooper dan Slyvia Arnest juga meninggal karena dibunuh dengan mengenaskan karena mereka mengenal Dr Tess Ciccotelli.
Malangnya,justru Tess Ciccotelli yang dijadikan tersangka utama.Polisi tidak percaya bahwa kasus tersebut murni bunuh diri.Tess harus rela kehilangan pekerjaannya karena jaksa wilayah menuntutnya,bahkan terror itu mulai membahayakan jiwa orang-orang yang berada disekitarnya.Sejumlah orang yang hanya ia kenal saja tewas mengenaskan dengan sebuah pesan terselip ditubuh mereka “ Mati Karena Teman Yang Kau Miliki”.
Seorang detektif tampan,Aidan Reagan yang awalnya begitu membenci Tess karena pamor Tess yang dikenal sombong dan berhati dingin.Akhirnya malah bersimpati dan jatuh cinta pada Tess.Cinta Aidan pada Tess membuatnya rela mempertaruhkan nyawa untuk memecahkan teka-teki maut sang peneror,yang telah merenggut dan menghancurkan kehidupan kekasihnya.
Namun kenyataan tak bisa dipungkiri,kehidupan Tess semakin hancur.Sang peneror dengan beberapa kaki tangannya memasang alat perekam dan kamera pengintai di apartemennya termasuk di kamar mandi,di kantornya bahkan di pakaian-pakainnya.Detektif Aidan beserta rekannya Murphy telah berhasil menemukan satu persatu kaki tangan sang peneror namun sayangnya mereka selalu terlambat beberapa menit karena kaki tangan sang peneror telah di bunuh secara beruntun supaya para polisi kehilangan jejak penjahat ini.David Bacon tewas seolah-olah bunuh diri dengan menembakkan pistol,Nicole Rivera tewas disayat seolah bunuh diri,Blaine Connel tewas di tembak dan diracuni,Philips Parks tewas ditembak beberapa kali dan Mr lawe di tembak dan dibakar bersama dengan mobilnya sampai jasadnya sudah tidak dikenali.Mereka semua dibunuh satu persatu setelah selesai melakukan tugas dari sang peneror.Namun Clayborn kaki tangan penjahat itu berhasil di tangkap tetapi sayangnya Clayborn tidak mau mengatakan siapa dalang semua ini.
Semakin lama semakin sulit kehidupan Tess,karena sang peneror memberikan rekaman Tess saat dikamar mandi dan disebarluaskan ke beberapa majalah terkenal seperti Bulletin Eye.Denise Masterson sekretaris Tess yang iri dengan sang dokter ikut membantu menyebarluaskan rekaman porno tersebut ke sejumlah majalah.Lalu Joanna Carmichael seorang wartawan begitu antusias untuk menyelidiki apa yang sedang terjadi.Sayangnya nasib malang menimpa wartawan tersebut,sang peneror tidak mau ada yang ikut campur.Akhirnya Joanna dijadikan target selanjutnya tetapi malah sang kekasih Keith yang terbunuh saat sedang menolong Joanna.Selanjutnya keluarga Tess dan keluarga detektif Aidan target selanjutnya.Rupanya penjahat ini ingin membuat Tess merasa sendirian dan kehilangan semua orang yang di sayanginya maupun yang hanya dikenalnya.Motif dari pembunuhan ini untuk membuat Tess menderita pelan-pelan sebelum akhirnya dibunuh.
Akhirnya Aidan beserta rekan-rekanya berhasil menyelidiki dalang dari semua ini yang tak lain dan tak bukan adalah Amy Miller sahabat kecil Tess yang sudah dianggap sebagai keluarga.Ternyata kakak Tess,Vito Ciccotelli polisi bagian philadelpia juga sudah mencurigai Amy sebagai dalang dari semuanya.Saat Aidan ingin menemui Tess ternyata Tess menghilang di dalam rumahnya dan sang kakak,Vito sudah pingsan dipukuli dan di bius.Aidan mencari keseluruh penjuru dimana Amy pengacara Tess yang sudah menculik Tess.Aidan dan para polisi lainnya menggeledah apartemen tempat Amy,ternyata benar dugaannya bahwa Tess ada disana.Amy sudah menodong Tess dengan pistol dikepalanya bertempat di balkon apartemen Amy.Sebelum Amy berhasil membunuh Tess dengan cepat Aidan menembak Amy dan Amy terjatuh dari balkonnya.Kini Amy tewas seketika dengan mengenaskan jatuh dari balkon apartemennya dan tergeletak di area trotoar parkir.Ternyata motif pembunuhan Amy adalah balas dendam dan kecemburuan sosial.Bahwa ia iri dengan Tess karena selama ini Tess banyak di sayang oleh semua orang dan mempunyai kekasih yang selama ini di inginkan Amy.Amy merasa rendah diri dan tersaingi karena Tess berhasil masuk jurusan kedokteran dan menjadi dokter yang sukses dengan keluarga yang selalu peduli dengannya.Tetapi di bandingkan dengan Amy yang tidak mempunyai siapa-siapa karena ibunya tewas bunuh diri serta ayahnya tewas di bunuh.Amy merasa tidak ada yang peduli dengannya padahal sejak kecil Amy sudah dianggap keluarga oleh orangtua Tess dan Tess sangat menyayanginya dan rela berbagi.Namun Amy tak berpuas diri karena selalu berbagi,jadi Amy hanya ingin mempunyai segala hal sendiri tanpa berbagi oleh siapapun termasuk kepada Tess yang dianggap selalu beruntung.


Kekurangan dari novel ini terlihat dari segi pencetakkan:
Di dalam buku tersebut ada beberapa lembar yang tulisannya tidak tercetak jelas dan berbayang dengan halaman yang dibelakangnya.
Kelebihannya:
Selain dari cover yang menarik,isi ceritanya juga sangat menarik alurnya cepat dan membuat penasaran,Amat sangat menegangkan dan membuat pembaca tidak henti-hentinya membaca,dan ratunya novel pembunuhan karena enak dibaca,kata-katanya mudah dimengerti dan banyak wawasan yang bisa kita ambil dari buku ini,misalnya wawasan tentang jaringan internet,jaringan komputer,ilmu forensik,medis dan farmasi yang dijelaskan secara mendetail bagaimana cara pengerjaannya.
Jika dibandingkan dengan novel lain yang sama-sama bergender misteri pembunuhan misalnya Lisa Jackson,menurut saya Karen Rose lah yang isinya mudah dengan cepat di pahami tanpa adanya kata-kata asing.
Novel ini sasaran pembacanya lebih ditujukan dari umur 18 tahun keatas (dewasa).
Jika saya mengoreksi novel ini,menurut saya dari mulai susunan kalimat,tanda baca dan ejaan sudah memenuhi syarat.Bahkan di dalam novel ini sangat dijelaskan pada hari apa dan jam berapa jal-hal itu terjad secara mendetaili.Jadi pembaca bisa berfantasi dengan imajinasinya seolah-olah melihat kejadian yang ada di novel ini.
Sekian.Terimakasih.

Rabu, 07 April 2010

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Dengan teknik wawancara atau interview

Narasumber Ketua Pengurus Seminar Serpihan Hati:
SUMROH.

Di sela-sela kesibukannya saat ini menjelang seminar serpihan hati Saya mewawancarai ketua pengurus yaitu mbak Sumroh,sebagai berikut pertanyaannya :

Di dalam pelaksanaan acara seminar ini,Anda bertugas sebagai apa ?
 Saya sebagai Ketua pengurus acara seminar ini.
Menurut Anda sebagai pengurus pentingkah di adakannya seminar serpihan hati ini ?
 Iya,sangat penting sekali,karena dengan adanya seminar yang bertema wanita dan kanker serviks ini dapat memberikan pengetahuan atau wawasan pada Mahasiswa.
Berapa harga yang Anda tetapkan bagi Mahasiswa untuk mengikuti acara ini ?
 Karena ini untuk kalangan Mahasiswa agar banyak yang tertarik dengan acara ini,maka Saya ingin meringkankan keuangan Mahasiswa.Jadi Saya menetapkan harga sepuluh ribu rupiah.
Apakah seminar ini hanya mengundang kaum Mahasiswa Gunadarma saja atau bolehkah jika ada orang lain dari luar mengikuti acara ini ?
 Acara ini untuk umum walaupun temanya itu lebih cenderung ke wanita tetapi Saya ingin dari kaum laki-laki pun berminat untuk mengikuti acara ini dan jika ada orang di luar Gunadarma ingin mengikuti seminar ini tentu saja diperbolehkan.
Siapa saja yang akan mengisi acara ini,mbak ?
 Karena ini masalah kanker jadi pembicaranya ini Dokter
Bagaimana menurut Anda antusias Mahasiswa di Universitas Gunadarma ini,mbak ?
 Mahasiswa disini sangant antusias sekali karena kebanyakkan dari mereka tidak tahu apa itu kanker serviks,bahkan masih banyak Mahasiswa yang memohon kepada Saya agar menambah lagi tiketnya,tetapi karena ruangnya terbatas jadi kami hanya menyediakan tiket yang terbatas juga.
Dari sekian banyaknya tiket,berapa tiket tepatnya yang Anda jual dalam acara ini ?
 Saya menjual tiket ini hanya sebanyak 200 lembar,mbak.Karena kami sudah memperhitungkan kapasitas ruangannya dan ruangannya tersebut berada di aula kampus ini.
Sebelumnya maaf mbak,Saya ingin bertanya bagaimana jika Mahasiswa non islam ingin mengikuti acara ini khhususnya bagi wanita di haruskan memakai pakaian apa?sedangkan semua peserta acara ini bagi yang wanita diharuskan memakai pakaian muslim (gamis) sedangkan yang laki-laki memakai baju panjang putih dan celana hitam
 Iya memang benar bajwa bagi yang wanita memakai gamis dan yang laki-laki memakai kemeja putih dan celana hitam.Tetapi bagi yang non boleh memakai baju apa saja asalkan pakaian aitu sopan dan santun.
Dari data penjualan yang telah habis sampai saat ini,menurut data Anda dalam seminar ini.Benarkah lebih banyak wanita yang mengikuti acara ini daripada laki-laki?kecewakah Anda?
 Iya memang benar dari data yang kami kumpulkan semuanya wanita yang mengikuti seminar ini dan bukan hanya Mahasiswa yang tertarik dengan acara ini ada beberapa dosen disini yang juga mengikuti acara ini. Sebenarnya Saya tidak kecewa hanya saja sangat menyayangkan padahal acara ini bukan di peruntukkan bagi kaum wanita saja,tetapi apa boleh buat Saya hanya berharap acara ini akan sukses sampai selesai dan banyak yang bisa di ambil pengetahuannya dari seminar tersebut.

Kira-kira bagi yang mengikuti acara ini,apakah mereka akan mendapatka sertifikat,mbak ?

 Oh,tentu saja disini kami menyediakan sertifikat bagi semua Mahasiswa yang mengikuti acara ini yang menandakan partisipasi mereka dan tentu saja kami juga memberikan makanan ringan dalam acara ini.


Jadi dari keterangan di atas menjelaskan bahwa seminar yang bertemakan “Serpihan Hati” yang diselenggarakan oleh pihak Universitas Gunadarma banyak Mahasiswa yang antusias bahkan banyak yang belum mendapatkan tiket. Dikarenakan seminar ini mengenai kesehatan wanita yang paling mendalam tentang kanker serviks jadi hamper semuanya yang mengikuti adalah kaum wanita. Tentunya dalam acara ini ditetapkan harga yang sangat terjangkau yaitu Rp 10000 manalagi di jaman sekarang seminar yang semurah ini bahkan nantinya akan mendapatkan sertifikat dalam acara ini serta tidak lupa makanan ringan. Dalam acara ini memang kabanyakkan yang mengikuti kaum wanita tetapi bukan hanya Mahasiswa tetapi dosen pun ikut meriahkan acara ini.

Bab Kutipan

Jenis-jenis Kutipan antara lain :
a. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli.Kutipan langsung terbagi atas:Kutipan langsung panjang dan kutipan langsung pendek.
b. Kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja
c. Kutipan pada catatan kaki yaitu kutipan yang ditempatkan pada catatan kakidengan selalu menempatkan dalam spasi rapat, singkat,selalu dimasukkan dalam tanda kutip, dan dikutip tepat seperti teks aslinya.
d. Kutipan atas ucapan lisan
e. Kutipan dalam kutipan
f. Kutipan langsung pada materi.

Contoh kutipan langsung
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara 1.

Contoh kutipan langsung panjang
1. lebih dari 3 baris, tetapi tidak melebihi ½-1 halaman
2. Bila >1 halaman masukkan dalam lampiran
3. tidak ditulis di antara tanda petik
4. tidak dijalin dalam teks
5. ada tempat tersendiri dalam alinea baru
6. diketik dengan jarak baris satu spasi
7. pada garis tepi baru dengan jarak 4 ketukan dengan indensisasi 7 ketukan dari garis tepi atau 3 ketukan dari garis tepi baru
8. harus memakai superskrip footnote
Contohnya
Pada awalnya orang mengenal logam sebagai barang perhiasan misalnya: emas, yang konon di da-patkan di alam sebagai emas murni, logam sebagai alat berburu atau sebagai senjata.

Contoh kutipan langsung pendek
1. tidak melibihi 3 baris ketukan
2. dijalin dalam teks
3. diberi tanda kutip atau tanda petik di antara bahan yang dikutip
4. bila terpaksa > 3 baris, sebaiknya digunakan paraphrase
Contohnya
Mineral gangue adalah bagian dari asosiasi mineral yang membentuk batuan dan bukan mineral bijih di dalam suatu jebakan.

Contoh kutipan tidak langsung
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.

Contoh kutipan pada catatan kaki
Berbagai penyelidikan tentang akulturasi yang dilakukan oleh para sarjana ilmu anthropologi-budaya bangsa Amerika memang telah menunjukkan bahwa penyelidikan-penyelidikan akan peristiwa perpaduan kebudayaan yang dipandang dari sudut kompleks-kompleks unsur-unsur yang khusus, telah memberi hasil yang memuaskan. Karena itu Herskovits beranggapan bahwa pandangan serupa itulah pandangan yang paling berguna di dalam penyelidikan akulturasi.2
Pada catatan kaki halaman yang sama, di bawah nomor urut penunjukan 2 dapat dibaca sebuab kutipan langsung seperti di bawah ini:
2 Kata beliau: "However desirable studies of changes in ‘whole culture’ may thus be, it seems most advantageous in practice for the student to analyse into its components the culture that has experienced contact... one can no more study 'whole cultures' than one take as the subject for a specific research project the human body in its entirety. . ." (M.J. Herskovits, 1948:536).
kutipan itu dibuat dalam spasi rapat; kata 'whole culture' mempergunakan tanda kutip tunggal, karena tanda kutip ganda sudah dipergunakan untuk seluruh kutipan itu.

Contoh kutipan atas ucapan lisan
Dalam menjawab nota Keuangan & RAPBD Daerah Khusus Ibukota tahun 1973. tanggal 2 Pebruari 1973, Gubemur Ali Sadikin mengatakan a.l. :
“… Tetapi apabila kita jujur berkenan melihat persoalan itu………….pendapat yang dikutip itu dari segala sudut. Kutipan-kutipan itu akan turut meletakkan dasar-dasar bagi kesimpulan yang akan diturunkannya,baik dalam bab tersebut,
maupun yang akan direkapitulasinya dalam kesimpulan terakhir dari tulisan itu.

Contoh kutipan langsung pada materi
“Uang dan ketenaran memudahkan saya mengakses godaan”,kata Tiger Woods,”Saya memohon maaf sebesar-besarnya atas tindakan saya yang tidak bertanggung jawab dan hanya memikirkan diri sendiri”.

Contoh kutipan dalam kutipan
Dapat dilakukan dengan dua cara:
1. bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda.
Misalnya:
Pencemaran nama baik melalui internet ini cukup dengan menggunakan pasal KUHP.
Kutipan dalam kutipannya : “Pencemaran nama baik melalui internet ini cukup dengan menggunakan pasal KUHP”.
2. bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.
Misalnya:
Di dalam artikel majalah terdapat kalimat seperti ini
Sering kali,kita hanya ‘dinilai’ dari penampilan luarnya saja.
Kutipan dalam kutipannya : Sering kali,kita hanya “dinilai” dari penampilan luarnya saja.


Sumber Bab Kutipan :
http://perpusol-samsam.blogspot.com/2009/06/kutipan-dalam-sebuah-karangan.html
http://www.sentra-edukasi.com/2009/10/definisi-cara-menulis-kutipan.html
(artikel) Koran Kompas,22 Februari 2010.
Majalah “Cosmopolitan”,Juli 2004.

Jumat, 19 Maret 2010

Paragraf Induksi dan Deduksi

INDUKSI adalah pengambilan kesimpulan secara umum dengan berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari fakta-fakta khusus.

DEDUKSI adalah pengambilan kesimpulan untuk suatu atau beberapa kasus khusus yang didasarkan kepada suatu fakta umum.

Contoh paragraf induksi
Jam meja yang bisanya berdering jam 8.00 untuk mebangunkan daku sekali ini membisu karena lupa diputar. Akibatnya saya terlambat bangun. Cepat-cepat saya pergi ke kamar mandi. Ternyata sabun mandi pun sudah habis lupa membelinya kemarin sore. Mau sarapan nasi hangus. Mau berpakaian semua baju kotor sehingga terpaksa memakai baju bekas kemarin. Tambahan lagi sewaktu menunggu kendaraan umum untuk pergi ke kantor kendaraan selalu penuh. Akhirnya dapat yang kosong, malangnya mogok pula di tengah jalan. Turun dari kendaraan baru melangkah dua-tiga langkah disambut hujan lebat bagai dicurahkan dari langit. Amboi, tidak hanya terlambat dan badan basah kuyup tetapi di kantor dapat omelan dari “boss” sungguh sial benar nasibku hari itu.

Contoh paragraf deduksi
Harga sebagian barang pokok bergerak naik. Beras seminggu lalu berharga Rp. 4.000,00/kg kini berubah jadi Rp. 5.000,00/kg. Gula pasir melonjak dari Rp. 5.000,00 / kg mejadi Rp. 6.000,00 / kg. Minyak kelapa walaupun tidak seberapa naiknya tetapi secara nyata beringsut naik dari Rp. 2.000,00 /kg bulan yang lalu jadi Rp. 2.500,00/kg. Sekarang kini terigu mencapai Rp. 3.000,00 /zak sedang minggu lalu masih Rp. 2.500,00 /zak. Famatex dari Rp. 1.000,00/m berubah menjadi Rp. 2.000,00/m minggu ini.

Sumber dari : http://pbsindonesia.fkip-uninus.org/media.php?module=detailmateri&id=65

Jumat, 06 November 2009

Mengenal Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

1. Tata bunyi (fonologi)
Fonologi pada umumnya dibagi atas dua bagian yang meliputi :
Fonetik
Pengertian Fonetik adalah ilmu yang menyelidiki dan menganalisa bunyi-bunyi ujaran yang dipakai dalam tutur, serta mempelajari bagaimana menghasilkan bunyi-bunyi tersebut dengan alat ucap manusia
Fonemik
Adapun Fonemik itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari bunyi-ujaran dalam fungsinya sebagai pembeda arti.
Kalau dalam fonetik kita mempelajari segala macam bunyi yang dapat dihasilkan oleh alat ucap serta bagaimana tiap-tiap bunyi itu dilaksanakan, maka dalam fonemik kita mempelajari dan menyelidiki kemungkinan-kemungkinan, bunyi-bunyi yang dapat mempunyai fungsi untuk membedakan arti.
2. Tata bahasa (kalimat)
Masalah definisi atau batasan kalimat tidak perlu dipersoalkan karena sudah terlalu banyak definisi kalimat yang telah dibicarakan oleh ahli bahasa. Yang lebih penting untuk diperhatikan ialah apakah kalimat-kalimat yang klita hasilkan dapat memenuhi syarat sebagai kalimat yang benar (gramatikal). Selain itu, apakah kita dapat mengenali kalimat-kalimat gramatikal yang dihasilkan orang lain. Dengan kata lain, kita dituntut untuk memiliki wawasan bahasa Indonesia dengan baik agar kita dapat menghasilkan kalimat-kalimat yang gramatikal dalam komunikasi baik lisan maupun tulis, dan kita dapat mengenali kalimat-kalimat yang dihasilkan orang lain apakah gramatikal atau tidak.
Suatu pernyataan merupakan kalimat jika di dalam pernyataan itu terdapat predikat dan subjek. Jika dituliskan, kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Pernyataan tersebut adalah pengertian kalimat dilihat dari segi kalengkapan gramatikal kalimat ataupun makna untuk kalimat yang dapat mandiri, kalimat yang tidak terikat pada unsur lain dalam pemakaian bahasa. Dalam kenyataan pemakaian bahasa sehari-hari terutama ragam lisan terdapat tuturan yang hanya terdiri dari atas unsur subjek saja, predikat saja, objek saja, atau keterangan saja.
3. Ejaan
Dalam bahasa tulis kita menemukan adanya bermacam-macam tanda yang digunakan untuk membedakan arti sekaligus sebagai pelukisan atas bahasa lisan. Segala macam tanda tersebut untuk menggambarkan perhentian antara , perhentian akhir, tekanan, tanda Tanya dan lain-lain. Tanda-tanda tersebut dinamakan tanda baca.
Ejaan suatu bahasa tidak saja berkisar pada persoalan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran serta bagaimana menempatkan tanda-tanda baca dan sebagainya, tetapi juga meliputi hal-hal seperti: bagaimana memotong-motong suku kata, bagaimana menggabungkan kata-kata, baik dengan imbuhan-imbuhan maupun antara kata dengan kata. Pemotongan itu harus berguna terutama bagaimana kita harus memisahkan huruf-huruf itu pada akhir suatu baris, bila baris itu tidak memungkinkan kita menuliskan seluruh kata di sana. Kecuali itu, penggunaan huruf kapital juga merupakan unsur penting yang harus diperhatikan dalam penulisan dengan ejaan yang tepat.
dapat disimpulkan bahwa keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi-ujaran dan bagaimana inter-relasi antara lambang-lambang itu (pemisahannya, penggabungannya) dalam suatu bahasa disebut ejaan.
4. Makna
Pemakaian bahasa yang benar bertalian dengan ketepatan menggunakan kata yang sesuai dengan tuntutan makna. Misalnya, dalam bahasa ilmu tidak tepat digunakan kata-kata yang bermakna konotatif (kata kiasan tidak tepat digunakan dalam ragam bahasa ilmu). Jadi, pemakaian bahasa yang benar adalah pemakaian bahasa yang sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa.
Kriteria pemakaian bahasa yang baik adalah ketepatan memilih ragam bahasa yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi. Pemilihan ini bertalian dengan topik apa yang dibicarakan, tujuan pembicaraan, orang yang diajak berbicara (kalau lisan) atau orang yang akan membaca (kalau tulis), dan tempat pembicaraan. Selain itu, bahasa yang baik itu, bahasa yang kita gunakan dengan logis dan sesuai dengan tata nilai masyarakat kita.
5. Kesejajaran Dalam Kalimat
Ketertiban bahasa yang digunakan seseorang, misalnya dalam suatu karangan terlihat dalam kepaduan susunan kalimat yang digunakannya. Unsur-unsur kalimat yang digunakannya saling berhubungan secara padu dan dapat mengungkapkan pikiran atau gagasan yang padu pula. Kepaduan susunan kalimat dapat tercipta apabila kalimat disusun antara lain berdasarkan asas kesejajaran bentuk bahasa.
Kesejajaran dalam kalimat berkaitan dengan kesejajaran beberapa bentuk bahasa yang biasanya dihubungkan dengan kata penghubung seperti dan, atau, bahwa, karena, dan yang dalam sebuah kalimat.
6. Kesalahan ejaan
Ejaan turut menentukan kebakuan dan ketidakbakuan kalimat. Karena ejaannya benar, sebuah kalimat dapat menjadi baku dank arena ejaannya salah, sebuah kalimat dapat menjadi tidak baku. Kesalahan ejaan biasanya terjadi pada: penggunaan tanda koma yang salah, dan kesalahan penulisan sapaan.
7. Kesalahan Struktur Kalimat
Bentuk-bentuk yang strukturnya sudah benar merupakan kalimat baku, sedangkan bentuk-bentuk yang strukturnya masih salah merupakan kalimat tidak baku.
8. Pemakaian Kata Berpasangan
Ada sejumlah kata yang pemakaiannya berpasangan (disebut juga konjungsi korelatifa), seperti, baik .. maupun .., bukan .. melainkan .., tidak .. tetapi .., antara .. dan..
Contoh dibawah ini adalah contoh pemakaian kata berpasangan secara tidak tepat.
Pemakaian kata berpasangan tidak tepat :
Baik pedagang ataupun konsumen masih menunggu kepastian harga sehingga tidak terjadi transaksi jual beli.
Perbaikan
Baik pedagang maupun konsumen masih menunggu kepastian harga sehingga tidak terjadi transaksi jual beli.
9. Pemakaian Dua Kata
Didalam kenyataan terdapat pemakaian dua kata yang makna dan fungsi kurang lebih sama. Kata-kata yang sering dipakai secara serentak itu, bahkan pada posisi yang sama, antara lain ialah adalah merupakan, agar supaya, demi untuk, seperti misalnya, atau daftar nama-nama, seperti pada contoh berikut.
Pemakaian dua kata yang tidak benar
Peningkatan mutu pemakaian bahasa Indonesia adalah merupakan kewajiban kita semua.
Perbaikan
Peningkatan mutu pemakaian bahasa Indonesia adalah tugas kita bersama.
10. Kesalahan Ejaan
Di dalam kenyataan pemakaian bahasa masih banyak kesalahan bahasa yang disebabkan oleh kesalahan penerapan ejaan, terutama tanda baca. Penyebabnya antara lain, ialah adanya perbedaan konsepsi pengertian tanda baca di dalam ejaan sebelumnya dengan ejaan yang berlaku sekarang. Di dalam ejaan sebelumnya tanda baca diartikan sebagai tanda bagaimana seharusnya membaca tulisan. Misalnya, tanda koma merupakan tempat perhentian sebentar (jeda) dan tanda tanya menandakan inotasi naik. Hal seperti itu sekarang tidak seluruhnya dapat dipertahankan. Misalnya, antara subjek predikat terdapat jeda dalam membaca, tetapi tidak dipakai tanda koma jika bukan yang mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi.
Contoh: Engkau sudah belajar?
Dia tidak belajar?
Dibawah ini contoh ejaan yang benar :
Contoh: Apakah engkau sudah belajar?
Siapa yang tidak belajar?
Berikut dikemukakan beberapa kesalahan bahasa yang disebabkan oleh kesalahan pemakaian tanda baca, khususnya tanda baca koma.
a. Tanda Koma di antara Subjek dan Predikat
Ada kecenderungan penulis menggunakan tanda koma di antara subjek dan predikat kalimat jika nomina subjek mempunyai keterangan yang panjang. Pemakaian tanda koma itu tidak benar karena subjek tidak dipisahkan oleh tanda koma dari predikat kecuali pasangan tanda koma yang mengapit keterangan tambahan atau aposisi.
Contoh:
Mahasiswa yang akan mengikuti ujian negara, diharap mendaftarkan diri di sekretariat.
Tanah bekas hak guna usaha yang tidak memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, akan ditetapkan kemudian pengaturannya.
b. Tanda Koma di antara Keterangan dan Subjek
Selain subjek, keterangan kalimat yang panjang dan yang menempati posisi awal juga sering dipisahkan oleh tanda koma dari subjek kalimat. Padahal, meskipun panjang, keterangan itu bukan anak kalimat. Oleh karena itu pemakaian tanda koma seperti itu juga tidak benar, seperti terlihat dalam contoh berikut.
Dalam suatu pernyataan singkat di kantornya, pengusaha itu membantah bekerjasama dengan penyelundup.
Untuk keperluan belanja sehari-hari, mereka masih bergantung pada orang tuanya.
KESIMPULAN
Jadi dilhat dari fungsinya bahasa merupakan jantung dari kehidupan ini karena tanpa bahasa kita tidak akan bisa berinteraksi sesama yang lain.
Maka dari itu kita sebagai warga negara Indonesia harus bisa menjaga keaslian berbahasa Indonesia yang baik dan benar, karena dipandangnya suatu bangsa itu tidak lepas dari bagaimana kita menggunakan bahasa yang dapat dipahami atau mudah dimengerti oleh bangsa lain.

PENULISAN KARYA ILMIAH

PENULISAN KARYA ILMIAH
Ada beberapa yang harus diketehaui untuk membuat penulisan ilmiah yang baik dan benar, antara lain:

Tahapan Penulisan Ilmiah
1. Tahap Pemilihan Topik atau Pokok Bahasan
2. Tahap Pengumpulan Informasi dan Bahan
3. Tahap Evaluasi Informasi dan Bahan
4. Tahap Pengelolaan Pokok-pokok Pikiran
5. Tahap Penulisan
6. Tahap Penyuntingan
Keterampilan yang diperlukan dalam menulis ilmiah :
1. Keterampilan bahasa (ejaan, pilihan dan bentikan kata, kalimat, paragraf).
2. Keterampilan penyajian (sistematika penyajian judul, subjudul, sub-subjudul).
3. Keterampilan perwajahan (format, ukuran kertas, jenis kertas, tipe huruf, penjilidan, bibliografi, apendiks, lampiran).
Hal penting dalam penulisan ilmiah:
1. Gaya penulisan dalam membuat pernyataan ilmiah harus jelas dan tepat dalam penyampaian pesan yang bersifat reproduktif dan impersonal.
2. Teknik notasi dalam menyebutkan sumber dari pengetahuan ilmiah yang dipergunakan dalam penulisan.
3. Penulisan ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar.
4. Karena bersifat reproduktif, penerima pesan harus mendapat kopi yang sama dengan si pemberi pesan.
5. Karena bersifat impersonal, tulisan ilmiah tidak boleh menggunakan pernyataan yang menggunakan kata ganti penulisnya.
6. Dalam tulisan ilmiah, sering digunakan kalimat pasif.
7. Pembahasan secara ilmiah mengharuskan kita berpaling kepada pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis argumentasi (sumber kutipan).
8. Teknik notasi ilmiah dapat menggunakan catatan kaki, tapi lebih disarankan menggunakan teknik kutipan dan umber rujukan.
Ciri Tulisan Ilmiah
1. Empiris: informasi yang disampaikan bersifat faktual yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan, kajian pustaka, penelitian.
2. Sistematis: adanya keteraturan, keterkaitan, dan ketergantungan antarbagian.
3. Objektif: bebas dari prasangkan perorangan/pribadi.
4. Analitis: berusaha membeda-bedakan pokok soalnya ke dalam bagian yang lebih rinci.
5. Verifikatif: mengandung kebenaran ilmiah yang dapat diuji.
Karakteristik Tulisan yang Baik
1. Mengomunikasikan maksud, pikiran, pendapat, dan perasaan secara efektif dan efisien kepada pembaca.
2. Signifikan atau Bermakna: (a) menyampaikan informasi yang belum diketahui pembaca, (b) menghibur dengan memberikan informasi yang menarik, dan (c) memotivasi pembaca untuk berpikir/bertindak lebih lanjut.
3. Jelas: (a) menggunakan struktur kalimat efektif, (b) memilih kata yang beracuan konkret, bukan acuan abstrak, (c) menghindari jargon yang tidak umum, dan (d) menyampaikan isi dengan bahasa yang sesuai dengan kondisi pembaca.
4. Utuh atau Lengkap: (a) semua gagasan dalam paragraf mendukung topik utama, (b) setiap gagasan penjelas mengembangkan topik utama, dan (c) tidak ada gagasan yang sumbang.
5. Hemat/Efisien: tidak ada kata-kata yang mubazir.
6. Kaidah Bahasanya Berterima.
7. Memiliki Kekuatan/Energi, yakni menggunakan istilah/kata-kata yang tegas.
Komponen –komponen Menulis
1. Topik/Subjek/Hal yang akan ditulis.
2. Pembaca/Audien.
3. Tujuan Menulis: (a) menyampaikan informasi, (b) meyakinkan pembaca, (c) mengajak pembaca, (d) menghibur pembaca, (e) dsb.
4. Lingkungan/Situasi/Tempat Menulis: (a) fasilitas yang tersedia, (b) kondisi fisik, (c) waktu yang tersedia, (d) situasi politik, (e) masalah budaya, (f) bahasa yang digunakan, dan (g) dst.

Ragam Bahasa Indonesia

Ragam Bahasa Indonesia
 
Dalam praktek pemakaiannya bahasa memiliki banyak ragam. Secara sederhana, ragam bahasa dapat diartikan sebagai variasi pemakaian bahasa yang timbul sebagai akibat adanya sarana, situasi, norma dan bidang pemakaian bahasa yang berbeda-beda. Maka ragam bahasa dapat dilihat dari empat segi, yaitu: (a) segi sarana pemakaiannya, (b) segi situasi pemakaiannya, (c) segi norma pemakaiannya, dan (d) segi bidang pemkaiannya.
Berdasarkan segi sarana pemakaiannya, bahasa Indonesia dapat dibedakan atas dua ragam, yakni tulis dan lisan. Ragam bahasa Indonesia tulis adalah variasi bahasa Indonesia yang dipergunakan dengan medium tulisan. Sementara ragam bahasa Indonesia lisan adalah ragam bahasa Indonesia yang diungkapkan dalam bentuk lisan.
Antara ragam bahasa lisan dan bahasa tulis terdapat beberapa perbedaan, sebagai berikut:
a. Ragam bahasa lisan menghendaki adanya orang kedua yang bertindak sebagai lawan bicara orang pertama yang hadir di depan, sedangkan dalam ragam tulis keberadaan orang kedua yang bertindak sebagai lawan bicara tidak harus ada atau hadir di hadapan.
b. Dalam ragam bahasa lisan unsur-unsur fungsi gramatikal seperti subjek, predikat dan objek tidak selalu di nyatakan, bahkan terkadang (dan tak jarang) unsur-unsur tersebut ditinggalkan. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan tersebut dapat dibantu oleh gerak, mimik, pandangan, anggukan atau intonasi. Sementara pada ragam bahasa tulis fungsi-fungsi gramatikal senantiasa dinyatakan dengan jelas. Ini semata karena ragam tulis menghendaki agar orang yang "diajak bicara" mengerti isi dari sebuah tulisan yang disampaikan.
c. Ragam bahasa lisan terikat pada kondisi, situasi, ruang, dan waktu. Sementara ragam bahasa tulis tidak, karena ia memuat kelengkapan unsur-unsur fungsi gramatikal dan ketatabahasaan.
d. Ragam bahasa lisan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya dan panjang atau pendeknya suara, sementara ragam bahasa tulis dilengkapi dengan tanda baca, huruf besar dan huruf miring.
Ragam bahasa Indonesia juga dapat dilihat dari situasi pemakaiannya. Dari segi situasi pemakaiannya, ragam bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi ragam bahasa Indonesia resmi dan ragam bahasa Indonesia tak resmi.
Ragam bahasa Indonesia resmi disebut juga ragam bahasa Indonesia formal. Ia merupakan ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam situasi formal. Sebagai ragam bahasa yang digunakan dalam situasi resmi atau formal, keberadaannya ditandai dengan pemakaian unsur-unsur kebahasaan yang memperlihatkan tingkat kebakuan yang tinggi.
Ragam bahasa Indonesia resmi memiliki bentuk ragamnya yang berupa lisan dan tulis. Dalam bentuk lisan, ragam bahasa Indonesia resmi dapat dijumpai pada pembicaraan-pembicaraan di seminar-seminar ataupun pada pembacaan teks-teks pidato kenegaraan. Sementara dalam bentuk tulis, ragam bahasa Indonesia resmi dapat dijumpai dalam teks-teks pidato kenegaraan.
Dari segi situasi pemakaiannya, bahasa Indonesia juga terdiri dari ragam bahasa Indonesia tak resmi. Ragam ini disebut juga ragam bahasa Indonesia informal. Ia merupakan ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam situasi tak resmi. Secara sederhana, ragam bahasa ini dapat dilihat dari pemakaian unsur-unsur bahasa yang memperlihatkan tingkat kebakuan yang rendah.
Ragam bahasa Indonesia tak resmi juga memiliki bentuknya, baik berupa lisan ataupun tulis. Dalam bentuk lisan, ragam bahasa Indonesia ini biasanya dengan mudah dapat kita jumpai dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari. Sementara dalam bentuk tulis, ragam bahasa Indonesia ini dapat dengan mudah ditemukan dalam sejumlah teks-teks sastra, baik apakah itu novel, cerita pendek, ataupun puisi.
Dari segi norma pemakaiannya, bahasa Indonesia terdiri dari dua ragam, baku dan tidak baku.
Ragam bahasa Indonesia baku adalah ragam bahasa Indonesia yang pemakaiannya sesuai dengan kaidah tatabahasa Indonesia yang berlaku, baik apakah itu secara ejaan, maupun ketatabahasaan secara lebih spesifik. Biasanya, baik secara lisan ataupun tulis, identik dengan ragam bahasa Indonesia resmi. Ini karena dalam situasi resmi, ragam bahasa Indonesia yang digunakan senantiasa mengacu pada kaidah-kaidah tatabahasa yang baku.
Ragam bahasa Indonesia tidak baku adalah ragam bahasa Indonesia yang pemakaiannya menyimpang dari kaidah yang berlaku. Ragam bahasa Indonesia ini, baik dalam bentuk tulis maupun lisan, berkaitan erat dengan ragam bahasa Indonesia tak resmi. Ini karena dalam situasi tak resmi, bahasa Indonesia baku tidak digunakan. Misalnya, di dalam pergaulan sehari-hari, penggunaan bahasa Indonesia baku akan membuat kondisi pergaulan menjadi kaku dan terkesan resmi.
Dilihat dari segi bidang pemakaiannya. Dalam segi bidang pemakaiannya, apakah itu dalam lisan ataupun tulis, bahasa Indonesia memiliki banyak ragam, antara lain: bahasa Indonesia jurnalistik, bahasa Indonesia sastra, bahasa Indonesia ilmiah, dsb. Ini karena banyaknya bidang kehidupan yang dimasuki oleh bahasa Indonesia dan setiap bidang tersebut memiliki cirinya masing-masing yang membedakan antara satu bidang dengan lainnya.